gejala-dan-penyebab-jerawat

Apakah Anda resah dengan jerawat yang terus muncul di wajah?
Jerawat menjadi masalah hampir semua orang. Ketika usia sudah mencapai waktu puber, maka jerawat bisa terjadi pada wanita dan pria. Sayangnya masih banyak orang yang belum paham Apa itu jerawat?

Jerawat masih dianggap sebagai masalah kulit biasa dan bisa sembuh sendiri. Tapi jika terus dibiarkan maka pastinya Anda sangat merasa malu. Jerawat juga akan meninggalkan noda diwajah dan terkadang tidak mudah dihilangkan. Jika sudah parah maka jerawat bisa infeksi dan meninggalkan bekas hitam seumur hidup.

Agar tidak salah dalam merawat jerawat, maka Anda sebaiknya memahami apa itu jerawat. Apa saja gejala dan penyebabnya? Daripada Anda bingung, simak saja penjelasan Kami dibawah ini.

Apa itu Jerawat?

Jerawat yang bisa terjadi pada remaja, orang dewasa sampai orang tua merupakan bentuk peradangan kulit yang bisa berkembang menjadi infeksi. Jerawat termasuk kondisi peradangan yang menunjukkan masalah kronis pada kulit.

Awalnya hanya berupa bintik – bintik kecil, lalu berkembang lebih besar. Warna jerawat bisa sama dengan warna kulit untuk tahap awal, lalu ukuran menjadi besar, merah dan muncul luka kecil. Jika ditekan maka pada bagian luka jerawat akan mengeluarkan nanah dan darah. Jerawat sebenarnya tidak hanya muncul pada wajah saja, tapi juga dibagian lain seperti bahu, punggung, leher, dada, lengan dan bahkan perut.

Jerawat tidak hanya bintik saja tapi juga bisa berbentuk kista, komedo dan nodul yang lebih besar. Jerawat sering terjadi saat masa puber karena saat itu kelenjar sebaceous sedang aktif. Kelenjar ini menghasilkan minyak yang diakibatkan oleh hormon yang diproduksi kelenjar adrenal pada pria dan wanita.

Gejala

  1. Muncul bintik putih kecil

Agar Anda memahami apa itu jerawat, maka harus tahu dulu gejala awalnya. Tanda pertama jerawat akan muncul adalah adanya bintik putih pada kulit. Bintik putih ini akibat adanya sumbatan pada bagian pori-pori. Kemudian kotoran dan minyak yang seharusnya keluar melewati pori-pori akan terjebak di dalamnya. Saat gejala ini muncul biasanya banyak orang belum menyadari adanya jerawat.

  1. Munculnya komedo

Komedo memang selama ini dipahami sebagai bintik hitam di area hidung. Bintik hitam ini ternyata juga bagian dari jerawat dan gejala jerawat. Pertama bintik hitam muncul sangat kecil, kemudian pori-pori akan membuka. Saat itu kotoran titik hitam seperti tumbuh pada permukaan pori-pori kulit. Meskipun komedo terlihat mudah dihilangkan, tapi sebenarnya tidak karena komedo menempel kuat pada kulit.

  1. Bintik Menjadi Benjolan Merah dan Lunak

Saat sudah muncul bintik putih maka dalam waktu beberapa hari akan berkembang menjadi benjolan merah. Benjolan merah bisa terjadi dalam beberapa ukuran, baik itu kecil, sedang dan besar. Benjolan ini jika disentuh maka akan terasa lunak. Dalam bahasa medis ini juga disebut papula.

Kesalahan yang paling sering terjadi adalah banyak orang memencet jerawat yang lunak ini untuk mengeluarkan semua kotoran. Tapi ternyata dampaknya sangat berbahaya untuk kulit, seperti infeksi yang buruk.

  1. Benjolan Merah dan Bernanah

Benjolan merah yang sudah menjadi jerawat akan berkembang menjadi lebih lunak. Pada bagian tengah akan terlihat ujungnya seperti mau pecah. Jika ditekan maka benjolan ini menjadi sangat lunak dan akan mengeluarkan nanah. Bagian ini sudah disebut dengan istilah pustula dan cenderung menyebabkan infeksi jika terkontaminasi tangan atau bagian kulit yang kotor.

  1. Benjolan Padat, Besar dan Sangat Nyeri

Ketika fase pustula ini sudah berlangsung beberapa hari, maka jerawat akan berkembang menjadi nodul. Nodul akan menjadi lebih besar dan terasa nyeri jika sentuh.

Rasa nyeri juga bisa berkembang dari bagian bawah permukaan kulit yang terkena infeksi. Ini fase yang tidak menyenangkan karena tubuh Anda meresepon sebagai bentuk infeksi dan kemungkinan jika banyak muncul nodul maka bisa membuat sakit kepala dan demam.

  1. Jerawat Menjadi Lesi

Kasus jerawat yang berkembang menjadi lesi memang sudah terlalu sering. Lesi terjadi ketika jerawat yang sudah berkembang menjadi benjolan yang lebih besar. Nanah berkumpul pada bagian bawah permukaan kulit. Dalam kasus ini terkadang Anda juga membutuhkan bantuan dokter kulit untuk menghilangkan jerawat tanpa meninggalkan bekas.

Penyebab

1# Kondisi alami kulit dan tubuh

Menurut ahli kesehatan kulit sebenarnya jerawat tidak terpengaruh oleh faktor dari luar tubuh. Adanya faktor luar hanya memperburuk kondisi kulit dan tubuh dari pemicu jerawat yang sebenarnya.

Jerawat terjadi ketika ada kelenjar minyak atau sebaceous yang melekat pada bagian folikel rambut mendapatkan rangsangan dari hormon tubuh. Ketika kulit atau tubuh menghasilkan banyak minyak atau sebum maka bahan itu tidak hanya melumasi dan membuat kulit menjadi lembab.

Sebum yang terlalu banyak akan membuat sel kulit lebih cepat matang. Dan ini akan membuat pori-pori kulit tersumbat dan akhirnya menjadi jerawat. Karena itulah tipe kulit berminyak lebih sering terkena jerawat daripada tipe kulit yang normal dan kering.

2# Konsumsi Makanan Tinggi Lemak

Makanan mungkin sering dianggap sebagai penyebab jerawat. Tapi sebenarnya makanan hanya memperburuk penyebab jerawat dari dalam tubuh termasuk kulit dan hormon.

Kebiasaan mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak dan karbohidrat tinggi akan membuat kelenjar penghasil sebum bekerja lebih keras. Beberapa makanan yang sering memicu jerawat adalah seperti makanan cepat saji, gorengan, makanan yang digoreng, lemak dari ayam dan sapi, jeroan, keju, susu dan coklat.

3# Malas Membersihkan Wajah

Apakah Anda berpikir bahwa keringat menjadi penyebab jerawat? Anda salah sehingga Anda harus memahami terlebih dahulu, apa itu jerawat. Ketika Anda sering menggunakan riasan dan malas membersihkan wajah atau bagian tubuh lain maka jerawat akan muncul.

Kotoran yang bercampur dengan minyak dari wajah akan menyumbat pori-pori, dan ini akan menyebabkan jerawat. Namun jika Anda terus membersihkan wajah maka juga tidak baik dan menyebabkan kulit menjadi kering dan sangat mudah terluka.

4# Tertekan atau Stres

Stres menjadi masalah yang sangat sering dialami. Tidak hanya pada orang dewasa tapi juga pada remaja yang masih sekolah. Stres atau tertekan akan menyebabkan kelenjar yang memproduksi hormon menerima respon yang buruk.

Kelenjar yang digunakan oleh tubuh untuk menghasilkan faktor pubertas juga akan mengalami gangguan. Nah ini yang akan membuat stres menjadi penyebab jerawat.

5# Adanya faktor genetik

Beberapa remaja juga bisa memiliki jerawat yang parah karena adanya faktor genetik. Ini bukan karena faktor kebetulan saja. Jika salah satu orang tua memiliki riwayat jerawat yang parah maka bisa membuat anak juga terkena masalah yang sama. Meskipun jerawat memang bukan penyakit keturunan namun ini terjadi karena kondisi hormon anak yang secara kebetulan memiliki masalah yang sama dengan orang tua.

6# Paparan Udara Yang Kotor

Orang yang sering terkena udara yang kotor termasuk seperti asap rokok, asap kendaraan dan limbah udara industri juga bisa mengalami jerawat yang parah. Hal ini juga dipengaruhi dari produksi minyak yang berlebihan sehingga membuat kotoran dari udara yang menempel pada kulit akan menyumbat bagian pori-pori.

7# Penggunaan Kosmetik

Penggunaan kosmetik secara berlebihan juga akan menyebabkan masalah kulit seperti jerawat. Berbagai produk tidak aman menjadi bahan kosmetik. Kemudian kulit akan memberikan respon tidak cocok atau reaksi yang negatif. Bahan-bahan kimia ini akan diserap oleh kulit kemudian terjadi sumbatan pada kelenjar. Akhirnya ini yang akan membuat terjadinya jerawat.

8# Pengaruh Obat

Jerawat juga bisa terjadi karena konsumsi obat yang masuk ke dalam tubuh. Misalnya berbagai jenis obat yang mengandung bahan steroid, prednison, orasone, bromida, iodida dan bahan lain. Obat yang mengandung bahan antikonvulsan seperti Lithobid dan lithium juga akan menyebabkan jerawat.

9# Masa PMS (Haid)

Untuk wanita juga akan merasakan jerawat ketika sedang masa PMS atau masa menjelang menstruasi. Pengaruh hormon kesuburan akan menyebabkan jerawat muncul. Biasanya jerawat bisa banyak atau sedikit. Bahkan mungkin juga bisa hanya satu jerawat saja.

Faktor perubahan hormon menjelang menstruasi akan memicu jerawat karena kelenjar minyak menghasilkan lebih banyak minyak. Kemudian jerawat yang tidak parah biasanya akan sembuh sendiri setelah menstruasi selesai.

10# Faktor Iklim

Beberapa ahli juga menyimpulkan jika faktor udara yang terlalu panas dan lembab akan memicu jerawat. Ini terjadi karena kelenjar minyak menghasilkan lebih banyak minyak. Sumbatan akan muncul pada pori-pori yang kemudian berkembang menjadi jerawat.

Kemudian jerawat pada orang yang tinggal di iklim lembab dan panas juga akan terpengaruh oleh kosmetik dan kebiasaan yang buruk pada kulit seperti sering memegang wajah dengan tangan yang kurang bersih.

Nah sekarang Anda pasti sudah tidak bingung lagi kan dengan apa itu jerawat? Jerawat tidak muncul sendiri sehingga Anda harus memahami apa saja gejala dan penyebabnya. Setelah itu Anda bisa mencari solusi untuk meringankan atau menyembuhkan jerawat.

Semoga Bermanfaat, Bantu share yah..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here